Sebab Mekarmu Hanya Sekali

sebab mekarmu

Ni adalah salah satu buku yang aq suka walaupun dari isinya sih buat cewek.. tapi lumayan, besok kalo punya anak cewek kan bisa buat referensi..

oh, iya buku ini cocok banget buat cewek. pa lagi isinya eui..

silakan donlot buku ini disini lumayan buat baca-baca kalu nganggur, ato kalo dah bosen, jangan di delete.. kasihkan aja ke temen,ato adek, ato tetangga, ato cewek kamu.. lumayan sekalian nyebar ilmu..

No Comments

HIDRAULICK STATIC PILE DRIVER (HSPD)

HSPD merupakan mesin multifungsi untuk memancangkan berbagai jenis tiang pancang, seperti tiang precast, tiang baja H, baja O, dan lain sebagainya.

HSPD mempunyai banyak keunggulan di banding mesin hammer tiang pancang. Mesin ini tidak menimbulkan polusi suara yang besar, sedikit getaran, waktu pancang yang relatif cepat (kurang-lebih 15 menit sekali pancang), serta mudah di pindahkan sehingga pemancangan tiang pada proyek parkir Solo Paragon menjadi lebih cepat kurang dari satu bulan bisa memancangkan lebih dari 500 tiang.

Mesin ini bekerja dengan sistem hidraulik serta mempunyai berat 240 ton. Dilengkapi dengan crane untuk mengangkat tiang pancang. pemancangan biasanya selesai ketika tegangan sudah mencapai 20 MPa yang dibaca pada manometer di ruang operator.

HSPD ini juga dilengkapi dengan crane yang berfungsi untuk mengangkat pondasi dari atas tanah ke mesin jack.

HSPD

No Comments

sebuah ide untuk sungaiku

Sungai merupakan karunia Allah yang dapat memberi berbagai kemanfaatan. Sungai dapat memberikan kehidupan berupa air, dan juga dapat berfungsi sebagai saluran irigasi, serta dapat digunakan sebagai penangkal banjir.
tapi belakangan ini banyak sungai yang rusak, rusak karena tingkah laku manusia.

kano3

sumber : foto.detik.com

menurut Islam.. Air Sungai merupakan air yang bisa digunakan untuk berwudhu atau untuk bersih-bersih (Thohir muthohir). hal itu memberi isyrat bahwa Sungai harus dijaga supaya tetap bisa digunakan untuk bersuci. So, marilah kita perbaiki sungai kita supaya menjadi bersih.

o. iya saya punya ide.. tahu karbon aktif kan??

karbon aktif tu karbon (arang) yang mempunyai banyak pori dan mempunyai luas permukaan yang besar yang tersedia untuk adsorpsi atau reaksi kimia (wikipedia)

arang tersebut mempunyai sifat dapat menyerap racun atau polutan baik yang ada di udara, tanah, maupun sungai. arang tersebut dapat dibuat dari tempurung kelapa yang banyak dijumpai di Indonesia.

800px-activated_carbon

ide saya.. kalo karbon ini diproduksi dan digunakan untuk membersihkan sungai yang ada di Indonesia mungkin ini dapat mengurangi jumlah polutan pada sungai.

siapa yang mau bantu aku mendesain saringan sungai dengan karbon aktif?? (ghufr)

2 Comments

Irigasi

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi Lahan pertanian

Pada zaman dahulu jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mangalirkan air tersebut ke lahan pertanian

Namun demikian irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu-persatu

rsda-tugas-Zaki

No Comments

Polusi Udara di Kota Besar

Banyak kota besar di dunia sedang dilanda permasalahan lingkungan, salah satunya pemasalahan polusi udara. Hal itu disebabkan oleh melimpahya jumlah kendaraan bermotor, tingkat industrialisasi yang tinggi, pembakaran bahan bakar fosil industri dan rumahtangga dan pembangkit tenaga listrik, dan pembuangan limbah padat dengan pembakaran.

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar yang mencapai 10% per tahun dipastikan menjadi penyebab utama meningkatnya polusi di Indonesia. Parameter polusi dari kendaraan bermotor seperti Karbon monoksida (CO), Nitrogen oksida (NOx), metana (CH4), Sulfur oksida (SOx), dan partikel berat (SPM10) dapat menimbulkan efek tehadap pemanasan global dan sangat mengganggu aktivitas manusia.

Kondisi tersebut harus ditanggulangi dengan berbagai tindakan, kesadaran dan kebijakan di seluruh kalangan masyarakat.

Tabel 1.1. Interval Tingkat Pencemaran Udara di Ruas Jalan Kota Kota Besar

No.

HC

ppm/3jam

NOX

ppm/hari

CO

ppm/8jam

O3

(ppm/hari)

SPM10

µg/m3/hari

SOX

ppm/hari

Batas ijin

(PP RI No. 41 th 1999)

0,24

0,05

20

0,10

100

0,10

1.

Bandung

0,1 –5,0

0,016-0,123

0,01-6,67

0,002-0,081

6,0-212

0,001-050

2.

Surakarta

0,10-2,85

0,006-0,050

0,06-4,87

0,008-0,040

10,0-114,0

0,003-0,020

3.

Yogyakarta

0,10-6,80

0,019-0,094

1,31-7,86

0,005-0,025

34,0-131,0

0,001-0,010

4.

Semarang

2,50-5,12

0,003-0,490

0,64-5,68

0,005-0,025

41,0-189,0

0,003-0,040

5.

Surabaya

2,50-6,70

0,016-0,123

0,01-6,67

0,002-0,081

6,0-212,0

0,001-0,050

6.

Denpasar

2,60-8,30

0,023-0,189

0,48-11,53

0,005-0,035

15,0-239,0

0,001-0,010

7.

Serang

0,80-8,00

0,001-0,111

0,061-4,206

0,003-0,076

9,0-260,0

0,049-0,276

(sumber : pusjatan,2008)

Dari tabel diatas pencemaran SPM di kota-kota besar sudah melebihi ambang batas dapat terhisap masuk ke paru-paru manusia dan mengendap di alveoli sehingga dapat merusak pernafasan. (ghup)

No Comments

Ketika Aku Masih Kecil

Assalamualaikum,,

Pertama kali, aku akan mengisi Blog ini dengan kenangan indahku ketika masih kecil. Aku dari masih kecil hingga sekarang tinggal di salah satu dari bejibun perumahan di kawasan perbatasan solo-Sukoharjo.

Dulu perumahan yang ada di sana masih sedikit, yang ada hanya sawah dan sungai. Saat itu ketika musim hujan tiba, kerap terdengar lantunan-lantunan katak yang sangat merdu. Hingga pagi tiba, kami dan teman-teman pergi ke sawah mencari katak sebagai umpan untuk memancing ular. Saat ada ular yang memakan katak umpan kami, kami jadikan ular itu mainan.

Kami biasa bermain lumpur, kadang-kadang lumpur itu kami jadikan sepatu mainan yang melekat di kaki, kadang kami jadikan bentuk sedemikian rupa sehingga menjadi barang barang unik, menyusuri sawah seakan-akan akulah rajanya, dan memancing ikan di sungai yang berkoloid dengan lumpur. Ketika tidak punya uang, kami memburu cecak untuk dijual kepada tetangga yang mempunyai ikan piranha.

Saat malam menjelang, kami terpesona dengan bintang-bintang yang beterbangan mendekat. Kami langsung keluar rumah membawa plastik transparan langsung saja kami tangkap bintang-bintang itu untuk dijadikan lentera. Kami biasa menyebut bintang-bintang itu dengan kunang-kunang.

Ketika musim panen tiba, kami membangun benteng yang terbuat dari jerami padi, lalu kami bermain perang-perangan bersenjatakan ketapel sederhana yang berpeluru buah kersen yang belum masak. Kami berpetualang menyusuri sungai yang di belakang perumahan bak seorang tentara. Ketika stok perbekalan habis, kami mengendap-endap menuju ke salahsatu ladang, menggerus-gerus tanah mencari harta karun yang berupa ketela rambat, pencarian harta karun harus dengan kehati-hatian yang sangat tinggi, sedikit saja di ketahui musuh (empunya ladang) kami harus bisa melarikan diri sejauh mungkin. Ketika sudah dirasa aman, kami mengeluarkan korek api, dedaunan, dan jerami untuk membakar ketela tersebut sebagai makan siang.

Kami melanjukan perjalanan hingga menemukan hutan glukosa, tanpa ada komando kami langung mengeksploitasi isi hutan. Tak disangka, rakasa penunggu hutan marah, ia bersenjatakan parang, ia berteriak “Le.. Tebune aja di rusak, tak antemi koe!! (Hei bocah, Tebunya jangan dirusak, tak pukuli kamu!!)”. konan saja pasukan berlari kocar-kacir berpencar ke segala arah. Aku bersembunyi di sela-sela padi Gogo yang belum panen, kebetulan padi itu batangnya sangat tinggi sehingga aku yang betubuh kecil mudah saja bersembunyi.

Saat perjalanan pulang menuju markas, kami menyempatkan menyandra salah satu bola hijau milik petani semangka untuk dijadikan makan penutup sebelum pulang.

Sesampainya di markas, kami mendapati markas luluh lantak diombang-ambing oleh angin. Markas yang kami buat dengan susah payah cuma berumur satu hari. Akhirnya kami malas membangunnya lagi. Lagipula hari sudah hampir malam, saatnya mandi karena badan sudah gatal-gatal semua.

Kejadian itu terjadi sepuluh tahun yang lalu, sekarang disana sudah tidak lagi ditemukan lantunan katak saat musim hujan, lumpur-lumpur menjadi kering dengan adanya aspal, sawah-sawah ditumbuhi dengan perumahan, air sungai sudah terkontaminasi dengan limbah rumah tangga. Kunang-kunangpun juga ikut lari melihat tingkah laku manusia yang mengusik rumahnya.

Aku berpendapat pembangunan perumahan di kawasan tersebut sangatlah tidak efisien, banyak developer merubah sawah dengan perumahan, padahal masih banyak perumahan yang sedikit penghuni, menurutku kawasan perbatasan Solo-Sukoharjo dipending dulu dalam pembangunan perumahan hingga perumahan perumahan yang ada terisi penuh dulu. Supaya lahan yang belum dibangun dapat dimanfaatkan secara produktif.

No Comments